Perlu waspada terhadap ruang penurunan lebih lanjut pound yang anjlok tajam terhadap dolar AS
22.10.2025
- Indeks Harga Produsen Inggris
- Indeks Permohonan KPR MBA AS
Pada hari sebelumnya, dolar AS menguat terhadap yen. Pasangan mata uang USD/JPY naik dari 150,473 menjadi 152,183. Terjadi tren naik yang sejalan dengan 20MA pada grafik per jam.Pada grafik 4 jam, 200EMA berfungsi sebagai garis support dan telah terjadi rebound, sementara pada grafik harian juga terlihat pergerakan harga yang serupa dengan grafik 4 jam. Selain itu, pada grafik bulanan, RSI saat ini mendekati garis tren atas.
Di antara mata uang Eropa, poundsterling melemah terhadap dolar AS. Pasangan mata uang GBP/USD turun dari 1,3416 menjadi 1,3361. Terlihat pergerakan turun yang sejalan dengan 10MA pada grafik per jam.Pada grafik 4 jam, harga turun karena terhalang oleh resistensi di 20MA, dan pergerakan harga yang serupa juga terlihat pada grafik harian. Selain itu, pada sesi Asia hari ini terlihat penurunan tajam menuju level terendah bulan ini, sehingga perlu waspada terhadap kemungkinan pergerakan harga yang anjlok secara tiba-tiba pada sesi Eropa.
Indikator hari ini meliputi: pukul 07.00, pernyataan Gubernur Bank Sentral Jerman (Bundesbank) Nagel; pukul 08.50, neraca perdagangan Jepang berdasarkan data bea cukai; pukul 15.00, Indeks Harga Konsumen (IHK) Inggris, Indeks Harga Eceran (IHE) Inggris, dan Indeks Harga Produsen (IHP) Inggris; pukul 17.00, Indeks Harga Konsumen (IHK) Afrika Selatan;pukul 20:00 Indeks Permohonan KPR MBA AS, pukul 21:25 pernyataan Gubernur ECB Lagarde, pukul 23:30 stok minyak mentah mingguan AS, pukul 25:35 pernyataan Anggota Dewan FRB Bar, dan pukul 26:00 lelang obligasi 20 tahun AS.Perlu diperhatikan dengan saksama ruang penurunan lebih lanjut dari pound yang telah anjlok tajam terhadap dolar AS.
