Perlu waspada terhadap fluktuasi harga akibat rilis data ekonomi pada jam perdagangan Eropa dan Amerika?
24.03.2023
- Pesanan Barang Tahan Lama AS
- Penjualan Ritel di Inggris
Mata uang AS pada hari sebelumnya menguat terhadap euro setelah data neraca transaksi berjalan AS kuartal ke-4 yang dirilis kemarin menunjukkan penyempitan defisit dibandingkan angka sebelumnya. Pasangan mata uang euro/dolar AS turun dari 1,0929 menjadi 1,0823. Pergerakan tersebut berbalik arah setelah menembus level 1,08 yang sebelumnya berfungsi sebagai resistensi.Dari sudut pandang teknis, pasangan mata uang euro terhadap dolar AS menunjukkan pembalikan arah naik pada RSI harian menuju level 70. Sementara itu, pada grafik 4 jam, RSI telah melampaui level 70 dan menyentuh 80,7, sehingga perlu waspada terhadap pergerakan harga yang berbalik turun pada level grafik 4 jam.
Mata uang Eropa mengalami pelemahan, di mana euro melemah terhadap yen setelah Indeks Keyakinan Konsumen Uni Eropa bulan Maret yang dirilis kemarin berada di angka -19,2, lebih rendah dari perkiraan pasar sebesar -18,1. Pasangan mata uang euro/yen turun dari 143,187 menjadi 141,172.Pada sesi Asia hari ini, pergerakan yen yang menguat terus mengarah ke level yang lebih rendah. Dari sisi teknis, pasangan mata uang euro/yen berada di antara 200 EMA dan SMA pada grafik harian, dan RSI harian menunjukkan tren penurunan di sekitar level 44. Oleh karena itu, perlu diwaspadai apakah euro akan terus melemah terhadap yen hingga akhir pekan ini.
Hari ini, pukul 16:00 akan dirilis data Penjualan Ritel Inggris, pukul 17:15 data PMI Manufaktur/Jasa Prancis, pukul 17:30 data PMI Manufaktur/Jasa Jerman, pukul 18:00 dataPMI Manufaktur/Jasa Uni Eropa, pukul 18:15 pernyataan Gubernur Bank Sentral Jerman Nagel, pukul 18:30 PMI Manufaktur/Jasa Inggris, pukul 21:30 data Penjualan Ritel Kanada dan Pesanan Barang Tahan Lama AS, pukul 22:30 pernyataan Brad:Pidato Gubernur Bank Sentral St. Louis, pukul 22:45 AS: PMI Manufaktur/Jasa, dan pukul 25:00 Inggris: Pidato Anggota MPC Man. Perlu waspada terhadap fluktuasi harga akibat rilis indikator pada jam perdagangan Eropa dan AS.
