Pasangan mata uang Pound-Yen berada di zona harga tinggi, apakah akan terus menguat?
27.04.2026
- Jepang: Indeks Leading Economic
- Indeks Aktivitas Manufaktur Bank Sentral Dallas, AS
Pada akhir pekan lalu, mata uang AS bergerak melemah sepanjang waktu Amerika Serikat, dan dolar AS melemah terhadap euro. Pasangan mata uang EUR/USD naik dari 1,1673 menjadi 1,1722. Terjadi tren naik yang sejalan dengan rata-rata pergerakan 20 periode (20MA) pada grafik per jam. Pada grafik 4 jam, terjadi rebound yang didukung oleh rata-rata pergerakan eksponensial 200 periode (200EMA) di level bawah, sedangkan pada grafik harian, terjadi rebound setelah menyentuh rata-rata pergerakan sederhana 200 periode (200SMA) setelah tiga hari berturut-turut mengalami penurunan. Terbentuklah pola candlestick bullish engulfing.
Di antara mata uang Eropa, pound menguat terhadap yen.Pasangan pound-yen naik dari 214,858 menjadi 215,776. Pada grafik per jam, harga berpindah dari di bawah ke di atas rata-rata pergerakan 20 periode (20MA). Pada grafik 4 jam, harga telah naik hingga mencapai Bollinger Band +3σ, sedangkan pada grafik harian, harga telah kembali ke zona tertinggi bulan ini. Rata-rata pergerakan 10 periode (10MA) bertindak sebagai garis dukungan, sehingga terjadi rebound harga. Pada grafik mingguan, harga terus naik selama 3 minggu berturut-turut dan telah mencapai Bollinger Band +2σ.
Indikator yang dijadwalkan hari ini meliputi Indeks Leading Economic Index Jepang pada pukul 14:00, Survei Keyakinan Konsumen GFK Jerman pada pukul 15:00, Survei Transaksi Distribusi CBI Inggris pada pukul 19:00, Indeks Aktivitas Manufaktur Federal Reserve Dallas AS pada pukul 23:30, serta lelang obligasi AS bertenor 2 tahun dan 5 tahun pada pukul 26:00. Tidak ada indikator penting atau pernyataan pejabat penting lainnya yang dijadwalkan.Perlu diperhatikan ruang kenaikan pound-yen di awal pekan ini.
