Perlu diperhatikan apakah mata uang Eropa yang menguat terhadap dolar AS akan terus naik?
08.04.2026
- Pesanan Baru Sektor Manufaktur Jerman
- Selandia Baru: Pengumuman Suku Bunga Kebijakan dan Pernyataan RBNZ
Pada hari sebelumnya, dolar AS mencapai level terlemahnya menjelang penutupan pasar AS. Pasangan mata uang euro/dolar AS naik dari 1,1523 menjadi 1,1604. Rata-rata pergerakan 200 periode (200SMA) pada grafik per jam bertindak sebagai garis dukungan, sehingga harga mengalami rebound.Pada grafik 4 jam, harga telah menembus dengan kuat garis 200SMA yang sebelumnya berada di atasnya, sedangkan pada grafik harian, harga telah berpindah dari di bawah ke di atas garis 20MA. Selain itu, pada sesi Asia hari ini, dolar AS semakin melemah dan harga naik hingga sekitar 1,1693.
Di antara mata uang Eropa, poundsterling menguat terhadap dolar AS. Pasangan mata uang GBP/USD naik dari 1,3211 menjadi 1,3299. Harga memantul dari -2σ hingga +2σ pada Bollinger Band grafik per jam.Pada grafik 4 jam, RSI naik dari 50 menjadi 70. Pada grafik harian, harga memantul sehingga terhindar dari penembusan level terendah tahun ini. Selain itu, pada sesi Asia hari ini, pound terus menguat. Harganya telah pulih mendekati level tertinggi bulan lalu.
Indikator hari ini meliputi: pukul 08.30 Statistik Tenaga Kerja Bulanan Jepang, pukul 08.50 Neraca Pembayaran Internasional Jepang, pukul 11.00 Pengumuman Suku Bunga Kebijakan dan Pernyataan RBNZ Selandia Baru, pukul 14.00 Survei Pengamat Ekonomi Jepang, pukul 15.00pesanan baru sektor manufaktur, pukul 17:30 PMI sektor konstruksi Inggris, pukul 18:00 penjualan ritel Uni Eropa dan Indeks Harga Produsen (PPI) Uni Eropa,pukul 20:00 Indeks Permohonan KPR MBA AS, pukul 23:30 Stok Minyak Mentah Mingguan AS, pukul 26:00 Lelang Obligasi 10 Tahun AS, pukul 27:00 Publikasi Notulen FOMC AS, dan pukul 27:35 Pidato Anggota Dewan FRB AS, Waller.Perlu diperhatikan potensi kenaikan lebih lanjut mata uang Eropa yang telah menguat terhadap dolar AS.
