Perlu diperhatikan arah pergerakan dolar AS, apakah akan terus melemah setelah rilis data ketenagakerjaan AS
08.09.2025
- Survei Pengamat Kondisi Ekonomi Jepang
- Produksi Industri Jerman
Pada akhir pekan lalu, mata uang AS mencapai level terlemahnya setelah data ketenagakerjaan AS bulan Agustus yang dirilis pada tanggal 5 menunjukkan penurunan signifikan dalam jumlah tenaga kerja di sektor non-pertanian.Pasangan mata uang Euro/Dolar AS naik dari 1,1646 menjadi 1,1759. Tren naik terjadi sejalan dengan rata-rata pergerakan 10 periode (10MA) pada grafik per jam. Pada grafik 4 jam, harga naik hingga mencapai Bollinger Band +3σ setelah memantul dari sentuhan rata-rata pergerakan 200 periode (200SMA), sementara pada grafik harian, harga telah menembus level tertinggi bulan lalu.
Di antara mata uang Eropa, franc Swiss menjadi yang terkuat selama sesi Eropa hingga sesi Amerika. Pasangan franc Swiss/yen naik dari 183,965 menjadi 184,731. Rata-rata pergerakan 200 periode (200SMA) pada grafik per jam bertindak sebagai garis dukungan, sehingga harga pun berbalik naik.Pada grafik 4 jam, harga menguat di bawah garis 10MA, dan pergerakan harga pada grafik harian juga serupa dengan grafik 4 jam. Selain itu, pada sesi Asia hari ini, harga dibuka dengan gap naik sekitar 1 yen dan telah naik hingga 185,875.
Indikator hari ini meliputi: pada pukul 08.50, PDB Riil Jepang, Deflator PDB Jepang, dan Neraca Pembayaran Jepang; pada pukul 14.00, Survei Pengamat Kondisi Ekonomi Jepang; pada pukul 15.00, Produksi Industri Jerman dan Neraca Perdagangan Jerman; pada pukul 28.00, Saldo Kredit Konsumen AS; serta pada pukul 07.45 keesokan harinya, Aktivitas Manufaktur Kuartal II Selandia Baru.Apakah dolar AS yang melemah setelah data ketenagakerjaan AS akan terus melemah? Perlu diperhatikan arah pergerakannya.
