Perlu waspada terhadap kenaikan nilai tukar dolar AS terhadap yen
10.07.2024
- Indeks Permohonan KPR AS (MBA)
- Indeks Harga Konsumen Tiongkok
Pada hari sebelumnya, dolar AS menguat terhadap yen. Pasangan mata uang USD/JPY naik dari 160,728 menjadi 161,513. Kenaikan tersebut terjadi sejalan dengan garis rata-rata pergerakan (MA) 20 pada grafik per jam. Pada grafik 4 jam, MA 75 berfungsi sebagai garis support, sedangkan pada grafik harian, terjadi rebound saat menyentuh MA 10. Karena grafik mingguan telah mencatat empat minggu berturut-turut dengan candle bullish, perlu diperhatikan pergerakan harga selama sesi pasar AS.
Di pasar mata uang Eropa, poundsterling melemah terhadap dolar AS. Pasangan mata uang GBP/USD turun dari 1,2824 menjadi 1,2776. Kurs tersebut telah menembus di bawah rata-rata pergerakan 20 periode (20MA) pada grafik harian. Pada grafik 4 jam, kurs juga telah menembus di bawah 20MA, sementara pada grafik harian, terjadi koreksi dari level +2σ Bollinger Band. Kita perlu memperhatikan pergerakan harga selama sesi Eropa untuk melihat apakah poundsterling akan terus melemah terhadap dolar AS.
Indikator hari ini meliputi: Indeks Harga Produsen Jepang pada pukul 08:50, Indeks Harga Konsumen Tiongkok pada pukul 10:30, pengumuman suku bunga kebijakan dan pernyataan RBNZ Selandia Baru pada pukul 11:00, data ketenagakerjaan dan produksi industri Turki pada pukul 16:00, Indeks Permohonan KPR MBA AS pada pukul 20:00, persediaan grosir AS pada pukul 23:00,pernyataan Presiden Bank Sentral Jerman (Bundesbank) Nagel, kesaksian Ketua Federal Reserve AS (FRB) Powell di hadapan Kongres, pukul 23:30 data persediaan minyak mentah mingguan AS, pukul 24:30 pernyataan anggota Komite Kebijakan Moneter (MPC) Bank of England, pukul 02:00 lelang obligasi AS bertenor 10 tahun, dan pukul 03:30 pernyataan Anggota Dewan FRB AS Bowman. Perlu diperhatikan kenaikan harga dolar AS terhadap yen.
