Perlu diperhatikan penguatan dolar AS yang sejalan dengan rebound Indeks Dolar hingga level 106
29.04.2024
- PDB Riil Swedia
- Indeks Keyakinan Ekonomi Turki
Pada akhir pekan lalu, mata uang AS menguat setelah data pendapatan pribadi AS bulan Maret yang dirilis pada tanggal 26 menunjukkan kenaikan dari 0,3% menjadi 0,5%. Pasangan mata uang euro terhadap dolar AS turun dari 1,0752 menjadi 1,0673. Penurunan ini terjadi dari rentang Bollinger Band harian +3σ hingga -3σ.Pada grafik 4 jam, 200EMA menjadi resistensi atas sehingga terjadi koreksi turun. Pada grafik harian, harga memasuki tren penurunan setelah menyentuh 20MA. Perlu diperhatikan apakah dolar AS akan terus menguat terhadap euro.
Mata uang Eropa mengalami penurunan; euro melemah terhadap pound selama empat hari berturut-turut, sebagian karena indeks kepercayaan konsumen Prancis bulan April turun menjadi 90 dari 91 pada bulan sebelumnya.Pasangan mata uang euro-pound turun pada grafik per jam karena tertekan oleh resistensi di level 200SMA. Pada grafik 4 jam, harga bergerak dari di atas ke di bawah garis 20MA dan telah menembus ke bawah level 200SMA. Pada grafik harian, harga telah kembali ke level semula setelah mengimbangi kenaikan yang terjadi pekan lalu, sehingga perlu waspada terhadap kemungkinan penurunan yang berlanjut selama sesi perdagangan Eropa.
Indikator hari ini meliputi: PDB Riil Swedia pukul 15:00, Indeks Keyakinan Ekonomi Turki pukul 16:00, Indeks Keyakinan Konsumen Uni Eropa pukul 18:00,Indeks Kondisi Ekonomi, Indeks Kondisi Manufaktur Uni Eropa, pukul 20:00 Indeks Harga Konsumen Brasil, pukul 21:00 Indeks Harga Konsumen Jerman, pukul 23:30 Indeks Aktivitas Manufaktur Federal Reserve Dallas AS, dan pukul 24:30 lelang obligasi 6 bulan AS.Seiring dengan rebound Indeks Dolar AS hingga level 106, kita perlu mengamati pergerakan dolar AS yang sedang menguat ini dengan hati-hati.
