Apakah dolar AS akan menguat atau justru perlu diwaspadai akibat pernyataan tokoh penting?
02.04.2024
- Indeks Pesanan Sektor Manufaktur AS
- Mester (AS): Pernyataan Gubernur Bank Sentral Cleveland
Mata uang AS pada hari sebelumnya menguat pada waktu Amerika Serikat, seiring dengan dirilisnya Indeks Kondisi Manufaktur ISM AS bulan Maret yang naik dari 47,8 pada bulan sebelumnya menjadi 50,3, melampaui angka acuan 50.Dolar AS juga menguat terhadap yen Jepang yang sebelumnya menunjukkan kekuatan. Pasangan mata uang USD/JPY naik dari 151,206 menjadi 151,785. Berkat kenaikan kemarin, USD/JPY kini berada di ambang level tertinggi tahun ini, yaitu 152 yen. Kita perlu mencermati apakah dolar AS akan terus menguat sambil mempertahankan momentum ini.
Mata uang Eropa mengalami penurunan signifikan, dengan euro melemah tajam terhadap dolar AS. Pasangan mata uang euro/dolar AS turun dari 1,0798 menjadi 1,0731. Indikator RSI pada grafik per jam turun di bawah level 30—yang menandakan kondisi oversold—hingga mencapai 18.Pada grafik 4 jam, RSI pasangan euro/dolar AS juga berada di bawah 30, tepatnya di level 25. Pada grafik harian, terlihat penurunan hingga ke level Bollinger Band -2σ, sehingga perlu diwaspadai apakah pasangan ini akan mendapat dukungan di level terendah terbaru di 1,0694.
Hari ini, pada pukul 09.30 akan dirilis ringkasan rapat RBA Australia, pukul 15.00 harga rumah Nationwide Inggris, pukul 15.30 penjualan ritel Swiss, pukul 16.30 PMI manufaktur Swiss, pukul 17.30 PMI manufaktur Inggris dan pasokan uang Inggris,pukul 18.00 data PMI Manufaktur Afrika Selatan, pukul 21.00 Indeks Harga Konsumen Jerman, pukul 23.00 data Lowongan Kerja JOLTS AS dan Indeks Pesanan Manufaktur AS, pukul 23.10 pernyataan Anggota Dewan FRB AS Bowman, pukul 25.00 pernyataan Williams:pernyataan Gubernur Bank Sentral New York, pukul 25:05 pernyataan Mester: Gubernur Bank Sentral Cleveland. Kita perlu memantau dengan cermat pergerakan harga untuk melihat apakah dolar AS akan menguat akibat pernyataan para pejabat tersebut.