Perlu diperhatikan arah pergerakan dolar AS yang menguat seiring stabilnya CPI inti AS
14.02.2024
- Penjualan Ritel di Inggris
- Persediaan Minyak Mentah Mingguan AS
Pada hari sebelumnya, mata uang AS menjadi mata uang terkuat karena meskipun CPI AS bulan Januari yang dirilis kemarin turun menjadi 3,1% secara tahunan dari 3,4% pada bulan sebelumnya, CPI inti tetap berada di level 3,9% dan tidak mengalami penurunan.Pasangan mata uang euro terhadap dolar AS turun dari 1,0799 menjadi 1,0700. Hal ini menandai rekor terendah tahun ini. Selain itu, pada grafik mingguan, RSI pasangan mata uang euro terhadap dolar AS menunjukkan tren penurunan dan membentuk pola penurunan, sehingga perlu waspada terhadap kemungkinan penurunan yang berlanjut.
Berbeda dengan dolar AS terhadap yen yang menguat, mata uang Eropa mengalami penurunan signifikan, terutama franc Swiss terhadap yen. Kurs franc Swiss terhadap yen turun dari 170,876 menjadi 169,398.Meskipun terhindar dari pembaruan level terendah bulan ini, penurunan tersebut tetap cukup signifikan, yaitu lebih dari 1 yen. Karena pasangan mata uang franc Swiss terhadap yen telah menembus di bawah 20MA pada grafik harian dan RSI menunjukkan tren penurunan, perlu diperhatikan apakah franc Swiss akan mengalami penurunan lebih lanjut selama sesi perdagangan Eropa.
Hari ini, pukul 06.45 akan dirilis Indeks Harga Pangan Selandia Baru, pukul 15.30 Indeks Harga Grosir India, pukul 16.00 Indeks Harga Konsumen Inggris, Penjualan Ritel Inggris, Indeks Harga Produsen Inggris, PDB Norwegia, pukul 16.30 PDB Hongaria,pukul 19:00 PDB Uni Eropa danProduksi Industri, pukul 21:00 Indeks Permohonan KPR MBA AS, pukul 24:00 Indeks Sentimen Konsumen Kanada, pernyataan Gubernur Bank of England (BOE) Bailey, pukul 24:30 Stok Minyak Mentah Mingguan AS, dan pukul 25:00 Indeks Harga Konsumen Rusia.Kita perlu mengamati dengan cermat arah pergerakan dolar AS yang menguat seiring stabilnya CPI inti AS.
