Apakah franc Swiss, yang menjadi mata uang terlemah setelah mencapai rekor tertinggi, akan pulih? Hal ini patut diperhatikan.
19.01.2024
- Penjualan Ritel Inggris
- Indeks Harga Produsen Jerman
Mata uang AS pada hari sebelumnya melemah menjelang penutupan pasar AS, setelah data permulaan pembangunan perumahan AS bulan Desember yang dirilis kemarin menunjukkan penurunan tajam dari 14,8% pada bulan sebelumnya menjadi minus 4,3%, serta Indeks Kondisi Bisnis Federal Reserve Philadelphia bulan Januari yang dirilis pada hari yang sama juga memburuk dari minus 10,5 pada bulan sebelumnya menjadi minus 10,6.Pasangan mata uang AUD/USD naik dari 0,6525 menjadi 0,6574. Harganya naik hingga tepat di bawah rata-rata pergerakan 75 periode (75MA) pada grafik per jam. Kita perlu mengamati dengan cermat apakah mata uang-mata uang Oseania akan terus menguat terhadap dolar AS.
Selama sepanjang hari, franc Swiss menjadi mata uang terlemah di Eropa. Pasangan mata uang franc Swiss terhadap yen, yang sebelumnya mencatatkan rekor tertinggi, mengalami koreksi dan menunjukkan penurunan yang berbeda dari pasangan mata uang yen lainnya, turun sekitar 1,1 yen dari 171,455 menjadi 170,311. Namun, pada sesi Asia hari ini, sudah terlihat pergerakan rebound, dan franc Swiss menunjukkan penguatan terhadap yen.Menjelang pertemuan BOJ minggu depan, perlu diamati dengan cermat apakah pasangan mata uang franc-yen akan kembali menunjukkan tren kenaikan.
Hari ini, pukul 08.30 akan dirilis Indeks Harga Konsumen Jepang, pukul 13.30 Indeks Aktivitas Sektor Jasa Jepang, pukul 16.00 Penjualan Ritel Inggris dan Indeks Harga Produsen Jerman, pukul 16.30 Harga Impor Produsen Swiss, pukul 19.00 Pernyataan Presiden ECB Lagarde, pukul 20.30 Cadangan Devisa India,pukul 21:00 data Penjualan Ritel Meksiko, pukul 22:30 data Penjualan Ritel Kanada, pukul 24:00 data Indeks Keyakinan Konsumen Universitas Michigan AS dan data Penjualan Rumah Bekas AS, pukul 25:15 pernyataan Gubernur Bank Sentral San Francisco AS, dan pukul 27:00 pernyataan Wakil Ketua FRB AS.Perlu diperhatikan apakah franc Swiss, yang menjadi mata uang terlemah, akan pulih atau tidak.
Laporan Pasar Sebelumnya
17.04.2026
Apakah kita akan menunggu dan melihat ruang kenaikan dolar AS yang menguat terhadap yen?
16.04.2026
Apakah franc Swiss yang melemah akan pulih? Perhatian pun semakin tertuju pada pergerakan harga selama sesi Eropa
15.04.2026
Perlu diperhatikan ruang kenaikan euro yang menguat terhadap dolar AS
14.04.2026
Apakah kita akan memperhatikan pernyataan para tokoh penting dalam waktu Amerika Serikat sambil mencoba mengidentifikasi arah pergerakan nilai tukar mata uang?
13.04.2026
Perlu diperhatikan apakah dolar Kanada, yang melemah terhadap dolar AS setelah rilis data jumlah tenaga kerja, memiliki ruang untuk pulih
10.04.2026
Apakah franc Swiss yang melemah akan terus menguat terhadap yen, ataukah kita harus menunggu dan melihat?
09.04.2026
Apakah dolar AS yang melemah terhadap yen akan terus merosot, ataukah kita harus menunggu dan melihat pergerakan harganya?
08.04.2026
Perlu diperhatikan level resistensi mata uang Eropa yang menguat terhadap dolar AS
07.04.2026
Perlu waspada terhadap ruang penurunan dolar AS yang melemah akibat kekhawatiran terhadap situasi di Iran
06.04.2026
Perlu waspada terhadap lonjakan volatilitas yang tiba-tiba di tengah penutupan pasar di negara-negara utama
