Perlu diperhatikan arah pergerakan pound seiring tingkat pengangguran naik dari 3,9% menjadi 4,0%
17.05.2023
- Pernyataan Gubernur Bank of England (BOE) Bailey
- Indeks Permohonan KPR MBA AS
Pada hari sebelumnya, mata uang AS menjadi mata uang terkuat dalam waktu AS setelah Mester, Gubernur Bank Sentral Cleveland, menyatakan bahwa “suku bunga belum berada pada tingkat yang cukup restriktif,” dan pernyataan yang meredam ekspektasi penurunan suku bunga pun bermunculan dari para pejabat penting lainnya.Pasangan mata uang EUR/USD turun sekitar 50 pip dari 1,0904 menjadi 1,0854. Rata-rata pergerakan (MA) 75 pada grafik per jam berfungsi sebagai resistensi atas, sehingga harga berbalik arah. Penurunan EUR/USD kemarin menunjukkan bahwa tren penurunan sejalan dengan MA 20 pada grafik 4 jam terus berlanjut, sehingga perlu waspada terhadap arah pergerakan pada waktu Eropa.
Mata uang Eropa mengalami pergerakan, di mana pound menguat terhadap yen menyusul data ketenagakerjaan Inggris bulan April yang dirilis kemarin, yang menunjukkan tingkat pengangguran naik 0,1 poin dari 3,9% menjadi 4,0%. Pasangan mata uang pound/yen naik sekitar 150 pip dari 169,379 menjadi 170,834.Harga berhasil menembus sedikit di atas batas atas saluran paralel turun pada grafik 4 jam. Pada sesi Asia hari ini, pergerakan harga menunjukkan upaya untuk naik, sehingga perlu diperhatikan apakah harga akan kembali menguat pada sesi Eropa nanti.
Hari ini, pada pukul 18:00 waktu Eropa akan dirilis Indeks Harga Konsumen Uni Eropa, pada pukul 18:50 pernyataan Gubernur Bank of England (BOE) Bailey, pada pukul 20:00 data Penjualan Ritel Afrika Selatan,indeks permohonan KPR MBA AS, pukul 20:30 indeks harga perumahan Turki, serta pada pukul 21:30 waktu AS volume perdagangan sekuritas internasional Kanada, jumlah permulaan pembangunan perumahan AS, dan jumlah izin bangunan AS, pukul 23:30 persediaan minyak mentah mingguan AS,pukul 02:00 lelang obligasi AS bertenor 20 tahun, dan pukul 07:45 keesokan harinya Indeks Harga Produsen (IHP) kuartal pertama Selandia Baru. Kita perlu mengamati dengan cermat arah pergerakan Pound Inggris, mengingat tingkat pengangguran yang naik dari 3,9% menjadi 4,0%.
