Perlu diperhatikan pergerakan pound yang sedang menguji level atas menjelang rilis CPI
17.04.2023
- Penjualan eceran dan grosir
- Indeks Kondisi Manufaktur Bank Sentral AS Cabang New York
Pada akhir pekan lalu, mata uang AS menguat setelah Anggota Dewan Federal Reserve AS, Waller, menyatakan bahwa “untuk mengatasi inflasi tinggi yang membandel, diperlukan pengetatan moneter lebih lanjut”.Pasangan mata uang USD/JPY naik dari 132,171 menjadi 133,828. Pasangan ini kembali ke level tepat di bawah 200 EMA harian. Karena RSI harian USD/JPY kembali menunjukkan tren naik, perlu diperhatikan pergerakan kenaikan dolar AS selama sesi perdagangan AS.
Mata uang Eropa mengalami pergerakan yang fluktuatif terhadap yen, terutama pound yang akan menghadapi rilis Indeks Harga Konsumen pada tanggal 19 pekan ini. Pasangan mata uang GBP/JPY sebelumnya bergerak dalam kisaran sempit antara 165,409 dan 166,237, namun pada sesi Asia hari ini nilainya mulai naik. Karena pasangan GBP/JPY mendapat dukungan kuat dari rata-rata pergerakan 200 periode (200MA) pada grafik 4 jam, kita perlu memperhatikan arah pergerakan pound menjelang sesi pasar AS.
Hari ini, pada pukul 15:30 waktu Asia akan dirilis Indeks Harga Grosir India, pada pukul 16:00 waktu Eropa akan dirilis Data Penjualan Perumahan Turki, dan pada pukul 21:30 waktu AS akan dirilis Volume Perdagangan Obligasi Kanada, Penjualan Grosir Kanada,Indeks Kondisi Manufaktur Fed New York AS, pada pukul 22:00 pernyataan Wakil Gubernur Bank of England (BOE) Kanrif, pada pukul 23:00 Indeks Pasar Perumahan NAHB AS, pada pukul 24:00 pernyataan Presiden ECB Lagarde, dan pada pukul 29:00 investasi sekuritas AS. Kami akan memantau dengan cermat pergerakan pound yang sedang menguji arah ke atas menjelang rilis CPI.
