Perlu diperhatikan pergerakan nilai tukar dolar AS selama pekan FOMC
19.09.2022
- Produksi Industri dan Pertambangan
- Indeks Pasar Perumahan NAHB AS
Pada akhir pekan lalu, mata uang AS mengalami pelemahan karena Indeks Dolar turun tipis ke level sekitar 109,8. Pasangan mata uang Euro/Dolar AS naik 90 pip dari 0,9944 menjadi 1,0035, dan pergerakan harganya saat ini berada tepat di bawah garis rata-rata pergerakan 20 periode (20MA) pada grafik 4 jam.Pasangan mata uang EUR/USD belum berhasil keluar dari tren penurunan pada grafik jangka panjang seperti grafik harian ke atas, dan sinyal pembalikan arah juga belum muncul. Kita perlu memperhatikan apakah arah pergerakan akan berubah pada pertemuan FOMC yang akan diumumkan minggu ini.
Mata uang Eropa mengalami penurunan, dengan pound tertekan oleh mata uang Oseania yang sedang menguat. Pasangan pound/dolar Australia turun sekitar 160 pip dari 1,7135 menjadi 1,6975. Pergerakan harga ini kembali menembus ke bawah rata-rata pergerakan harian 20 (20MA) yang sebelumnya telah ditembus ke atas.Karena pasangan pound-dolar Australia membentuk candle bearish dengan sumbu atas pada grafik mingguan akibat penurunan akhir pekan lalu, perlu diperhatikan apakah akan terjadi kenaikan menjelang akhir pekan ini.
Hari ini, tidak ada rilis indikator penting yang menonjol yang dijadwalkan selama sesi Eropa, sedangkan pada sesi AS, dijadwalkan rilis Indeks Harga Produk Manufaktur Kanada dan Indeks Harga Bahan Baku Kanada pada pukul 21:30, serta Indeks Pasar Perumahan NAHB AS pada pukul 23:00.Minggu ini akan diwarnai dengan serangkaian peristiwa penting, termasuk rilis Indeks Harga Konsumen (CPI) Jepang dan Kanada pada tanggal 20, pengumuman suku bunga kebijakan FOMC AS pada tanggal 21, serta pengumuman suku bunga kebijakan Inggris, Jepang, dan Swiss pada tanggal 22. Kita perlu mencermati dengan cermat arah pergerakan dolar AS menjelang pertemuan FOMC.
