Perlu diperhatikan arah pergerakan euro yang melemah di awal pekan ini
11.07.2022
- Pernyataan Presiden Bank Sentral Jerman, Nagel
- Lelang Obligasi Bertenor 3 Tahun
Pada akhir pekan lalu, dolar AS menguat berkat hasil positif dari rilis data ketenagakerjaan AS, sehingga dolar AS menjadi mata uang terkuat.Pasangan mata uang AUD/USD turun dari 0,6861 menjadi 0,6791. Penurunan terus berlanjut karena harga tertahan di bawah garis MA 75 pada grafik 4 jam. Tingkat pengangguran AS yang tetap di level 3,6% selama tiga bulan berturut-turut, serta kondisi ketenagakerjaan yang tidak melambat, juga menjadi faktor pendukung penguatan dolar AS. Imbal hasil obligasi AS bertenor 10 tahun bergerak di kisaran 3,08%.
Mata uang Eropa menunjukkan kondisi yang seimbang antara pound—yang sebelumnya menguat sejak diumumkannya pengunduran diri Perdana Menteri Inggris Boris Johnson—dan euro, sehingga pasangan mata uang euro-pound bergerak dalam kisaran 0,8441–0,8475. Pada grafik harian, 200SMA berfungsi sebagai level support bawah, sehingga perlu diperhatikan apakah akan terjadi rebound dan euro dapat pulih kembali.
Hari ini, dijadwalkan akan ada pernyataan dari Gubernur Bank of England (BOE) Bailey pada pukul 23:15 waktu AS, pernyataan dari Gubernur Bank Sentral Jerman (Bundesbank) Nagel pada pukul 25:30, lelang obligasi 3 tahun AS pada pukul 26:00, serta pernyataan dari Gubernur Bank Sentral New York (Fed NY) Williams pada pukul 27:00.Minggu ini, selain pengumuman suku bunga kebijakan Selandia Baru dan Kanada, juga akan ada pengumuman CPI AS, sehingga perlu waspada terhadap pergerakan harga yang tajam akibat rilis data tersebut. Pertama-tama, kita perlu memperhatikan arah pergerakan euro yang melemah di awal minggu ini.
