Perlu diperhatikan apakah dolar AS yang sedang menguat akan terus naik?
29.03.2022
- Survei Tenaga Kerja JOLT AS
- Williams (AS): Pernyataan Gubernur Bank Sentral New York
Hari sebelumnya, mata uang AS menunjukkan tren penguatan terhadap pound, dan pasangan mata uang pound-dolar AS turun sekitar 110 pips dari 1,318 menjadi 1,306.Kenaikan persediaan grosir AS (angka awal) yang diumumkan kemarin dari 0,8% menjadi 2,1%, serta melemahnya yen secara relatif akibat pengumuman operasi penawaran harga tetap oleh Bank Sentral Jepang, juga menjadi faktor pendorong penguatan dolar AS.Imbal hasil obligasi AS bertenor 10 tahun sempat menyentuh 2,55%, namun saat ini bergerak di sekitar 2,47%.
Mata uang Eropa berada dalam kondisi seimbang terhadap dolar AS, dan pasangan euro-dolar AS bergerak dalam kisaran yang sangat sempit antara 1,094 dan 1,099.Pasangan mata uang euro-dolar AS saat ini berada tepat di atas rata-rata pergerakan 20 periode (20MA) pada grafik 4 jam, dan pergerakan harganya sedang mencari arah. Oleh karena itu, sebaiknya posisi dibuka setelah harga menembus level tertinggi atau terendah terbaru, yaitu 1,094 atau 1,099.
Hari ini, pukul 15:45 akan dirilis Indeks Keyakinan Konsumen Prancis, pukul 17:30 jumlah persetujuan KPR Inggris, pukul 22:00 Indeks Harga Perumahan S&P/Case-Shiller AS, pernyataan Williams: Gubernur Bank Sentral New York, Indeks Keyakinan Konsumen AS, Survei Tenaga Kerja JOLT AS,pukul 23:45 pernyataan Harker, Gubernur Bank Sentral Philadelphia AS, pukul 25:30 pernyataan Zubruck, Wakil Gubernur SNB Swiss, dan pukul 26:00 lelang obligasi 7 tahun AS.Kita perlu mengamati dengan cermat apakah dolar AS yang saat ini menguat akan mengalami perubahan akibat rilis indikator hari ini.
