Perlu waspada terhadap pergerakan euro yang mengalami resistensi di level atas
24.03.2022
- Bostic (AS): Pernyataan Gubernur Bank Sentral Atlanta
- PMI (angka awal) negara-negara utama di Eropa dan Amerika
Pada hari sebelumnya, di tengah pelemahan umum pasangan mata uang silang yen, pasangan USD/JPY menunjukkan pergerakan yang relatif stabil, dengan nilai tukar turun tipis dari 121,41 menjadi 120,58. Pada sesi Asia hari ini, nilainya pulih hingga 121,26.Selain itu, data penjualan rumah baru di AS yang dirilis kemarin menunjukkan penurunan selama dua bulan berturut-turut, turun dari 801.000 unit pada bulan sebelumnya menjadi 772.000 unit. Namun demikian, harga jual median justru naik sekitar 10%.
Di antara mata uang Eropa terhadap yen, pelemahan pasangan euro/yen—yang memiliki daya pantul terlemah—menjadi sorotan. Pasangan euro/yen telah turun sekitar 150 pip dari 133,89 ke 132,32, dan saat ini menunjukkan daya pantul yang lebih lemah dibandingkan pasangan mata uang silang yen lainnya.Saat ini, pasangan mata uang euro-yen bergerak di sekitar level 133,20. Namun, karena level 133,89 juga bertepatan dengan garis resistensi pada grafik harian, perlu diamati apakah pasangan ini akan mengalami konsolidasi di zona harga tinggi.
Hari ini, pada pukul 17:15 waktu Eropa akan dirilis PMI Sektor Manufaktur/Jasa Prancis (angka awal), pukul 17:30 PMI Sektor Manufaktur/Jasa Jerman (angka awal), pukul 18:00 PMI Sektor Manufaktur/Jasa Uni Eropa (angka awal), dan pukul 18:30PMI sektor manufaktur/jasa (angka awal), serta setelah memasuki waktu AS pada pukul 21:30 akan dirilis data jumlah permohonan tunjangan pengangguran baru AS dan pesanan barang tahan lama AS, pukul 22:10 pernyataan Anggota Dewan FRB AS Waller, pukul 22:45 PMI sektor manufaktur/jasa AS (angka awal),pukul 24:00 pernyataan Bostic, Gubernur Federal Reserve Atlanta. Sambil memperhatikan rilis PMI dari berbagai negara, kita juga perlu memantau pergerakan euro.
