Perlu waspada terhadap volatilitas pasca-FOMC?
16.03.2022
- Pengumuman Suku Bunga Kebijakan dan Pernyataan FOMC AS
- Penjualan Ritel AS
Pada hari sebelumnya, di antara mata uang AS terhadap yen, hanya dolar AS yang menguat, sehingga pasangan dolar AS/yen menyentuh level tertinggi tahun ini di 118,44. Namun, terhadap euro dan mata uang Oseania, dolar AS bergerak datar, sementara pasangan dolar Australia/dolar AS naik tipis dari 0,716 menjadi 0,722.Pada sesi Asia hari ini, tidak terlihat pergerakan harga yang signifikan, dan pasar berada dalam suasana menunggu dan melihat menjelang pengumuman suku bunga kebijakan FOMC AS.
Mata uang Eropa kembali mengalami tekanan pada sisi atas, seiring dengan mulai munculnya risiko gagal bayar di Rusia menjelang tenggat waktu pembayaran bunga obligasi pemerintah yang denominasi dolar AS. Meskipun pasangan mata uang euro-dolar AS sempat menunjukkan rebound, pasangan ini tidak mampu menembus batas atas rata-rata pergerakan harian 20 (20MA), sehingga pergerakan pasar saat ini cukup sulit. Oleh karena itu, sebaiknya kita mengamati pergerakan harga dengan hati-hati hingga rapat FOMC dini hari ini.
Hari ini, pada pukul 20:00 waktu Eropa akan dirilis Indeks Permohonan KPR MBA AS, pukul 20:30 Indeks Harga Perumahan Turki, serta pada pukul 21:30 waktu AS akan dirilis Indeks Harga Konsumen dan Penjualan Grosir Kanada, Penjualan Ritel dan Indeks Harga Impor AS,pukul 23:00 Indeks Persediaan Perusahaan AS dan Indeks Pasar Perumahan NAHB, pukul 23:30 Persediaan Minyak Mentah Mingguan AS, pukul 27:00 Pengumuman Suku Bunga Kebijakan dan Pernyataan FOMC AS, serta pukul 27:30 Konferensi Pers Ketua FRB AS Powell.Sambil memusatkan perhatian pada FOMC hari ini, saya ingin menganalisis kekuatan dan kelemahan mata uang.
