Perlu Perhatikan Korelasi Terbalik antara Dolar AS dan Mata Uang Oseania?
04.01.2022
- Survei Tenaga Kerja JOLT AS
- Indeks Kondisi Sektor Manufaktur ISM AS
Kemarin, di pasar AS, ketiga indeks saham utama naik secara serentak, sehingga pasar ditandai dengan kenaikan harga saham, kenaikan suku bunga, dan harga minyak mentah yang stabil.Pasar komoditas mengalami koreksi, dengan harga emas turun dari 1.827 dolar AS menjadi 1.805 dolar AS. Sementara itu, Indeks Nikkei yang hari ini memulai perdagangan tahun baru, naik dengan kuat sejak sesi pagi, naik sekitar 1,38% dari hari sebelumnya, dan bergerak di kisaran 29.200 yen.
Di pasar valuta asing, di tengah pelemahan umum pasangan mata uang silang yen, dolar AS tetap kokoh, sehingga pasangan USD/JPY naik hingga sekitar 115,56. Pasangan GBP/JPY turun hingga 154,98, lalu rebound setelah mendapat dukungan dari rata-rata pergerakan 75 periode (75MA) pada grafik per jam.Mata uang Oseania menunjukkan pelemahan yang lebih tajam dibandingkan pound terhadap yen, dengan pasangan AUD/JPY turun dari 83,85 menjadi 82,83.
Hari ini, pukul 16:00 akan dirilis data Penjualan Ritel Jerman, pukul 16:30 Indeks Harga Konsumen Swiss, pukul 16:45 Indeks Harga Konsumen Prancis (data final), pukul 17:55 Tingkat Pengangguran Jerman, pukul 18:30 PMI Manufaktur Inggris (data final),jumlah persetujuan pinjaman hipotek Inggris, dan volume pembiayaan sekuritas perumahan Inggris; pukul 22:30 akan dirilis harga produk pertambangan dan industri Kanada serta indeks harga bahan baku Kanada; dan pukul 24:00 akan dirilis indeks kondisi bisnis manufaktur ISM AS serta survei tenaga kerja JOLT AS.Kita perlu memperhatikan dengan cermat rilis indikator dari sesi Eropa hingga sesi AS sambil menganalisis kekuatan dan kelemahan mata uang.
