Perlu diperhatikan arah pergerakan dolar AS yang sedang melemah
26.04.2021
- Euro menguat
- Lelang Obligasi AS Bertenor 2 dan 5 Tahun
Akhir pekan lalu, tiga indeks saham utama di pasar saham AS secara serentak mengalami kenaikan, dan S&P 500 ditutup di level 4.180 poin, naik 1,09% dibandingkan hari sebelumnya.Obligasi jangka panjang bergerak datar, dengan imbal hasil obligasi AS bertenor 10 tahun berada di level 1,57%. Harga minyak mentah naik tipis menjadi 61,9 dolar, sedangkan harga emas bergerak datar di level 1.780 dolar.
Di pasar valuta asing, dolar AS melemah terhadap yen dan mata uang Eropa, sementara pasangan mata uang pound sterling terhadap dolar AS menguat pada sesi Asia hari ini dan saat ini berada di sekitar 1,390. Pasangan mata uang dolar Australia terhadap dolar AS juga menguat, naik dari 0,773 menjadi 0,777.Pada sesi Asia hari ini, dolar Australia menjadi mata uang terkuat. Pasangan dolar AS/yen mengalami penurunan perlahan dan saat ini sedang menguji level 107,7.
Hari ini, dijadwalkan akan dirilis Indeks IFO Jerman pada pukul 17:00, Pesanan Barang Tahan Lama AS pada pukul 21:30, Indeks Aktivitas Manufaktur Federal Reserve Dallas AS pada pukul 23:30, Lelang Obligasi 2 Tahun AS pada pukul 24:30, dan Lelang Obligasi 5 Tahun AS pada pukul 26:00.Minggu ini, dijadwalkan pengumuman kebijakan moneter Bank Sentral Jepang pada tanggal 27 (Selasa), pengumuman suku bunga kebijakan FOMC AS pada tanggal 28 (Rabu), dan data ketenagakerjaan Uni Eropa pada tanggal 30 (Jumat), sehingga perlu diperhatikan pergerakan nilai tukar dolar AS terhadap mata uang Eropa.
