Perlu waspada terhadap pergerakan harga selama sesi Eropa?
06.04.2021
- Proyeksi Ekonomi IMF
- Pengumuman Suku Bunga Kebijakan RBA Australia
Kemarin, pasar Eropa tutup karena hari libur, sementara pasar AS mencatat kenaikan harga saham, pelemahan dolar AS, dan penurunan suku bunga. Di tengah kenaikan serentak ketiga indeks saham utama, Indeks Dow Jones dan S&P 500 mencatatkan rekor tertinggi baru.Harga minyak mentah menembus level 60 dolar AS, turun sekitar 2,7% pada waktu AS kemarin, dan sempat menyentuh level 57 dolar AS, namun saat ini bergerak di sekitar 59,4 dolar AS. Harga emas naik dan bergerak di kisaran 1.730 dolar AS.
Di pasar valuta asing, seiring dengan penurunan imbal hasil obligasi jangka panjang AS, pasangan mata uang dolar AS terhadap yen melemah pada waktu AS kemarin dan ditutup di level 109,9.Saat ini, pasangan mata uang tersebut bergerak di sekitar level 110,3. Meskipun beredar laporan bahwa perusahaan investasi AS, Berkshire Hathaway, telah memulai persiapan untuk menerbitkan obligasi korporasi dalam yen, tampaknya hal tersebut tidak berdampak signifikan terhadap pasangan mata uang silang yen. Sebagai catatan, jangka waktu jatuh tempo obligasi korporasi yang sedang dipertimbangkan oleh Berkshire Hathaway adalah 5, 10, 15, dan 20 tahun.
Hari ini, data tingkat pengangguran Eropa dijadwalkan dirilis pada pukul 18:00, sedangkan Survei Tenaga Kerja JOLT AS pada pukul 23:00. Karena para pelaku pasar Eropa akan kembali beraktivitas setelah libur panjang, kita perlu memperhatikan pergerakan harga selama sesi Eropa.Selain itu, mengingat akan ada rilis Prospek Ekonomi IMF dan publikasi notulen FOMC besok, kita perlu memantau dengan cermat pergerakan nilai tukar berbagai mata uang.
